Berita

Pro-Kontra Museum jadi Mesjid dan Mesjid jadi Bar–Robert Mark: “Tuhan yang Disembah Umat Kristen dan Islam adalah Tuhan yang Sama”

Pro-Kontra Museum jadi Mesjid dan Mesjid jadi Bar–Robert Mark: “Tuhan yang Disembah Umat Kristen dan Islam adalah Tuhan yang Sama”
Hegia Sophia yang kini disambut pro-kontra masyarakat dunia. Foto internet

Pada masa Kesultanan Ottoman, struktur bangunan Hagia Sophia memperoleh sentuhan arsitektur Islam. Misalnya, mihrab yang kemudian dibangun, hingga pendirian empat menara yang digunakan untuk melantunkan Adzan.

Bangunan seperti madrasah, perpustakaan hingga dapur umum juga melengkapi Hagia Sophia pada masa Ottoman. Pada era Kekaisaran Ottoman, bangunan Hagia Sophia sempat difungsikan menjadi masjid selama 482 tahun.

Hagia Sophia pada Era Pemerintahan Kemal Ataturk selepas Kekaisaran Ottoman bubar dan Turki menjadi negara republik, Hagia Sophia pun kembali beralih fungsi. Pendiri dan presiden pertama Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk mengubah status Hagia Sophia menjadi museum.

Setelah Hagia Sophia menjadi museum, dilakukan restorasi mosaik-mosaik kuno di bangunan ini dan plester penutupnya dibuka. Lantas, selepas plester ornamennya dibuka, tampaklah lukisan Bunda Maria dan bayi Yesus, yang ternyata berjejer dengan kaligrafi Allah dan Muhammad SAW.

Hagia Sophia kemudian diakui sebagai salah satu dari situs Warisan Dunia UNESCO yang disebut Area Bersejarah Istanbul, sejak tahun 1985.

Juli 2020 jalan panjang Hagia Sophia saat ini memutar lagi. Karena putusan pengadilan administrasi utama Turki, status Hagia Sophia sebagai museum dicabut. Tepatnya pada 10 Juli 2020.