Berita

Pro-Kontra Museum jadi Mesjid dan Mesjid jadi Bar–Robert Mark: “Tuhan yang Disembah Umat Kristen dan Islam adalah Tuhan yang Sama”

Pro-Kontra Museum jadi Mesjid dan Mesjid jadi Bar–Robert Mark: “Tuhan yang Disembah Umat Kristen dan Islam adalah Tuhan yang Sama”
Hegia Sophia yang kini disambut pro-kontra masyarakat dunia. Foto internet

Pada masa pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan ini, Hagia Sophia diubah status fungsinya kembali menjadi masjid. Perubahan ini menuai kontroversi. Saking kontroversialnya, Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis dari Yunani menuding keputusan itu sebagai penghinaan terhadap karakter ekumenis dari Hagia Sophia.

Sementara itu, UNESCO memberi peringatan bahwa perubahan status Hagia Sophia harus ditinjau oleh komite badan PBB tersebut. Oleh karena Hagia Sophia sejak 1985 dianggap bagian dari Situs Warisan Dunia, pengubahan status bangunan ini harus diberitahukan terlebih dahulu dan melalui proses peninjauan UNESCO.

“Penting untuk menghindari keputusan apa pun sebelum berunding dengan UNESCO, yang akan memengaruhi akses fisik ke situs, struktur bangunan, properti yang dapat dipindahkan, atau manajemen situs bersejarah,” kata Ernesto Ottone, Asisten Direktur UNESCO belum lama ini. Menurut UNESCO, tindakan-tindakan semacam itu bisa dianggap pelanggaran aturan yang sudah tertera di Konvensi Warisan Dunia 1972.

Respons berbeda dunia terhadap perubahan Hagia Sophia dari museum menjadi masjid amat berbeda dengan reaksi ketika masjid Al Ahmar diubah menjadi kelab malam.

Menurut detik, masjid Al Ahmar yang dikuasai oleh geng Yahudi pada 1948 itu semula diubah menjadi sekolah Yahudi, kemudian menjadi pusat kampanye pemilu Partai Likud. Sebelum menjadi bar, masjid itu juga sempat digunakan sebagai gudang pakaian.