Berita

Sambangi Tirto, CEO Tirto Bahas Komunikasi Era Digital

Sambangi Tirto, CEO Tirto Bahas Komunikasi Era Digital

Pendiri Padepokan ASA ini kemudian memberi contoh nama media yang sudah pamit. Mulai dari Sinar Harapan, Majalah HAI, Tabloid Bola, Rolling Stone, Cek&Ricek, Jakarta Globe, Koran Jurnas (Jurnal Nasional), Cosmo Girl, Esquire, Majalah Kawanku, dan lain-lain.

“Di Malaysia, koran Utusan Malaysia yang sudah berumur 80 tahun juga pamit, juga Star Media Grup menghentikan edisi cetak, legenda media berbahasa Inggris Thailand, The Nation, juga tutup. Sebenarnya mereka tidak tutup, tapi mengganti platform dari cetak ke media online yang bisa diakses seluruh dunia dari laptop, tablet, dan smartphone,” tambahnya.

Di Amerika, sejak 2004 hingga 2016, setidaknya ada 50 media cetak tutup. Sebagian besar menutup penuh, sebagian lainnya pindah ke online.

Dari pantauan Sapto, sebenarnya trend penurunan media cetak di Indonesia lebih lambat, terutama di daerah. Di beberapa tempat, media cetak masih banyak diterbitkan, tak lain salah satu faktornya karena ada bisnis model belanja iklan pemda ke media cetak setempat.

Disrupsi media tidak hanya melanda media cetak, tapi televisi nampaknya akan menjadi gelombang berikutnya. Data dari Adstensity, sebuah lembaga monitor iklan televisi, lanjut Sapto, belanja iklan televisi pada 2017 ke 2018 tumbuh 13,35 persen atau mencapai Rp 110,46 triliun. Sebelumnya hanya Rp 98 triliun.