Ketika Nabi SAW. memberi keringanan untuk mereka yang sudah shalat Idul Adha, boleh balik ke kampungnya tanpa harus menunggu shalat jumat sampai siang hari, betapa senang dan gembira di hati mereka.
Ajaran Islam betul-betul mereka rasakan menyenangkan, memudahkan, tidak memberatkan apalagi menyengsarakan. Mereka semakin bersemangat dengan Islam.
Berdasarkan pendapat dan keterangan ulama madzhab Syafi’i dalam memahami hadis seperti ini, bagi laki-laki muslim yang sudah shalat Idul Adha tetap wajib shalat Jumat, apalagi mereka yang tinggal bertetangga dengan masjid.
Saat ini hampir tidak ada perkampungan dan komplek perumahan kecuali ada masjid. Bahkan beberapa masjid malah berdekatan, suara adzan dari satu masjid dengan masjid lainnya terdengar bersahut-sahutan.
Kewajiban tetap shalat Jumat ini lebih dipertegas oleh ulama madzhab Abu Hanifah dan Malik. Shalat Jumat hukumnya fardhu ‘ain dan sudah qath’i berdasarkan al-Qur’an surat al-Jumu’ah ayat 9. Sedangkan shalat Idul Adha adalah sunat. Pelaksanaan shalat sunat tidak akan menggugurkan shalat wajib.
Wallahu A’lam. Semoga Bermanfaat.
Pontianak, 9 Dzulhijjah 1441 H/30 Juli 2020
