Agenda tampak tersusun rapi, dan animo peserta seakan tak surut untuk mendengarkan gaung suaranya, yang mengenakan Tanjak Melayu Pontianak. Benar, siapa tak kenal dengan Bang Fahri? Sang “Singa Parlemen” ini memang selalu ditunggu-tunggu oleh para penggemar ketokohannya dalam dunia Politik di Indonesia. Memang hari ini, faktanya, Bang Fahri bak artis dalam ‘catur’ pertarungan politik Indonesia. Mulai dari tangguhnya dia mendirikan KAMMI dan salah satu partai di negara ini, sampai kiprah politiknya di senayan, yang meraup suara terbanyak di daerah pemilihannya dalam pemilu legislatif (DPR RI).
Tak berhenti di situ, dia kerap menjadi sosok sentral dalam mengkritisi kebijakan-kebijakan pembangunan oleh pemerintah eksekutif. Suaranya yang lantang, seakan tak kenal rasa takut, singa parlemen ini terus saja semacam menantang rasa ketidakadilan. Ya, sebut saja kritik-kritik kerasnya terhadap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), kritiknya terhadap Presiden, dan yang terbaru adalah kasus pemecatan terhadap dirinya oleh partai yang dia bangun dari raga dan jiwanya, yang kemudian diakhiri dengan kemenangan atas gugatan yang dia layangkan di pengadilan.
