teraju.id, Pontianak – Lama sekali tak bersua dengan alumni Sekolah Menengah Pertanian (SMT) Flora Agung yang berdiri sejak 1988 di Kota Pontianak, namun kini telah tutup karena sesuatu dan lain hal. Namanya Muhammad Isa yang akrab disapa Ace. Alumni angkatan kedua (1992) ini dahulu tinggal di Paris 1 (Parit Haji Husin), namun kini menetap di Manis Mata, Ketapang. Ia sudah memiliki lima orang anak. Seorang di antaranya sudah kuliah.
“Kalau kita berjumpa dan senggolan bahu, mungkin saya sudah tidak dikenal,” ungkapnya lantaran rambut bertabur warna putih serta berjanggut bahkan bercambang. Dia mengaku sudah tua.
Sebagai alumni sekolah pertanian, Ace sejak lulus tahun 1992 langsung bekerja di perkebunan kelapa sawit sesuai dengan jurusan yang ditekuninya: perkebunan. Dan saat itu di Kalbar sedang dibuka lahan-lahan perkebunan skala luas sekalian mengangkut kayu hasil tebangannya sebagai cara lain ekspor kayu yang masih “booming”.
Namun bekerja di perkebunan kelapa sawit tidak bertahan lama. Ace keluar dan menikah serta memilih berwiraswasta. Tetapi dia tidak melupakan ilmu pertanian yang ditimbanya selama tiga tahun di lokasi Gang Swasembada II, Jalan Gusti Situt Mahmud, Siantan Hilir, Pontianak Utara. Dia mengolah lahan bersama istri dan keluarga dengan berbagai jenis tanaman. Bahkan cabe.
