Berita

Suasana Kebatinan Pengusulan Sultan Hamid Pahlawan Nasional: Histeria Kearifan dan Seka Air Mata

Suasana Kebatinan Pengusulan Sultan Hamid Pahlawan Nasional: Histeria Kearifan dan Seka Air Mata
107 Tahun Sultan Hamid II (12 Juli 1913 - 12 Juli 2020). Sultan Hamid II Sang Perancang Lambang Negara. Sultan Hamid II Pahlawan Bangsa. By: Sultan Hamid II Foundation.

teraju.id, Aston— Ada suasana kebatinan yang sangat kuat tampak di forum seminar dan webinar nasional bertema Quo Vadis Makna Kepahlawanan di Indonesia: Mengukuhkan Keindonesiaan Melalui Pengusulan Sultan Hamid II sebagai Pahlawan Nasional. 150-200 peserta mengikuti secara offline, 400 peserta online dan 1.119 lewat siaran langsung teraju.id channel YouTube, Sabtu, 11/7/2020. Yakni isak tangis akibat kerinduan yang lama terpendam.

Mata yang berkaca-kaca, lalu tumpah sebagai air mata terlihat dari Sekretaris Fraksi Nasdem DPR-MPR RI, H Syarief Abdullah Alkadrie, SH, MH. Matanya berkelebat embun tebal karena menyimak orasi budayawan Betawi yang hapal serta khatam lika-liku sejarah Sultan Hamid yang juga merupakan sedulur Abdullah Alkadrie. Embun tebal yang melapisi matanya itu sebagai sesuatu yang membuncah karena seolah-olah kerinduan nan terpendam di dalam dadanya terwakili lewat kata-kata ringan namun mengena sebagai informasi kebenaran pada konteks sejarah masa lalu pasca kemerdekaan RI itu. Seiring dengan budayawan Betawi memuncak kata-katanya, bahwa mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Prof Dr AM Hendropriyono maupun sejarahwan Dr Anhar Gonggong untuk meminta maaf kepada Sultan Hamid karena dituding pengkhianat sehingga tidak layak diajukan sebagai pahlawan nasional, Ridwan Saidi meneteskan air mata, Abdullah Alkadrie juga menyeka air matanya.