Berita

Suasana Kebatinan Pengusulan Sultan Hamid Pahlawan Nasional: Histeria Kearifan dan Seka Air Mata

Suasana Kebatinan Pengusulan Sultan Hamid Pahlawan Nasional: Histeria Kearifan dan Seka Air Mata
107 Tahun Sultan Hamid II (12 Juli 1913 - 12 Juli 2020). Sultan Hamid II Sang Perancang Lambang Negara. Sultan Hamid II Pahlawan Bangsa. By: Sultan Hamid II Foundation.

Ryan menengahi semua centang perenang pikiran melalui teori yang dikuasainya dalam ilmu sejarah, yakni teori yang berpijak dari kurikulum pendidikan sejarah. Dari sana ada kata-kata emas darinya, bahwa sejarah bukanlah akhir, tapi mutakhir. Oleh karena itu sejarah tidak menjadi bahan mati, melainkan hidup melalui data-fakta dan analisa yang benar, sehingga menimbulkan interpretasi yang berguna bagi penentuan kearifan hari ini dan masa depan. Sebab di sanalah sejarah menempatkan posisinya secara ilmiah bagi pembelajaran siswa di sekolah. Ryan menarik benang merah penelitian-penelitian ilmiah sehingga menjadi rujukan antara pemikiran yang berseberangan.

Menerima luncuran kata-kata Ryan yang sistematis, logis, lagi dibalut akhlak relijius, Abdullah Alkadrie kembali menyeka bola matanya. Kejadian yang begitu cepat menurunkan emosi dengan luncuran kata-kata bernas nan susah dibantah, menjadi saksi sejarah, betapa ada sisi humanistik di forum Badan pengkajian MPR-RI sekaligus ditonton tanpa habis-habisnya di rekaman YouTube. Sayang seribu sayang adegan-adegan humanis itu luput dari sorotan kamera karena semua terfokus ke pembicara.

Isak tangis berikutnya datang dari panitia yang mengantarkan narasumber pulang ke bandara, sehari setelah seminar-webinar nasional. Yakni ujaran dari peneliti Sejarah yang Hilang, Mahendra Petrus. “Ada lagi dek, sesuatu yang belum sempat saya sampaikan di dalam forum kemarin itu… Waktunya sangat terbatas sekali kemarin.”