Berita

Suasana Kebatinan Pengusulan Sultan Hamid Pahlawan Nasional: Histeria Kearifan dan Seka Air Mata

Suasana Kebatinan Pengusulan Sultan Hamid Pahlawan Nasional: Histeria Kearifan dan Seka Air Mata
107 Tahun Sultan Hamid II (12 Juli 1913 - 12 Juli 2020). Sultan Hamid II Sang Perancang Lambang Negara. Sultan Hamid II Pahlawan Bangsa. By: Sultan Hamid II Foundation.

Peristiwa tetes air mata yang tampak di layar monitor webinar di mana tampak jelas nada Ridwan Saidi begitu tinggi, bola matanya berkaca-kaca. Karena dia tidak sanggup lagi meneruskan kata-katanya, matanya pun berkabut lapisan air mata, maka dia menutup pembicaraannya sebagai dewan pakar pendamping terkait tema yang sedang diberikan oleh Badan Pengkajian MPR-RI. Abdullah Alkadrie yang posisi duduknya persis di samping teraju.id, fokus mendengar, nyaris terpaku dan terpana, di akhir kata-kata Ridwan Saidi yang diiringi pekik “setujuuuuuu” dari floor, turut menyeka air matanya. Desah nafas panjang seorang anggota DPR MPR tampak nyata di depan teraju.id. Abdullah Alkadrie tidak memberikan komentar apa-apa selain menyeka air matanya. Bola matanya tampak memerah. Hidungnya sembab dengan tarikan napas-napas panjang untuk menetralisir suasana kebatinannya. Terlebih masyuk lagi manakala seorang ilmuwan muda bidang sejarah, Dr Sumardiansyah Perdana Kusuma mampu mengolaborasi dua kutub yang berbeda antara Ridwan Saidi dan Dr Anhar Gonggong yang menuding keras lagi panas bahwa Ridwan Saidi itu bukan sejarahwan. Dr Ryan tampil memukau hati publik yang sedang eskalasi dengan etiketnya yang tinggi di mana dia menyatakan bahwa semua orang tua yang bicara di muka adalah para guru-gurunya. “Pak Ridwan adalah guru saya, Pak Anhar juga adalah guru saya yang sangat saya hormati.” Begitu nada-nada pemuda yang akrab disapa Ryan yang juga Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia.