Cerpen

Sebab Engkau Pasir dan Engkau Akan Kembali Menjadi Pasir

Sebab Engkau Pasir dan Engkau Akan Kembali Menjadi Pasir

Di ruang tunggu, telapak tangannya mulai basah oleh keringat dan kecemasan. Ia menelepon ayahnya yang berjarak ribuan kilometer. Tidak sempat menanyakan kabar, ayahnya bertanya kepada petugas imigrasi setempat. Pesan dari ayahnya bahwa hukum di negara asing bisa sangat merugikan, membuatnya lemas. Pada saat itu, ia tidak bisa berpikir apa-apa lagi. Ia merasa bodoh dan menyesal. Didekatinya pasangan turis berkebangsaan Amerika. Diceritakan semua yang terjadi dengan runut terkait biksu dan kotak misterius yang dititipkan padanya. Pasangan itu tidak terlalu menangkap ceritanya. Namun di wajah mereka tergambar rasa kasihan. Di akhir monolog panjangnya, pasangan turis Amerika itu menyodorkan alamat email dan berkata, jika terjadi apa-apa, ia bisa menghubungi mereka. Ia mengangguk dan berterima kasih. Ia berpikir, kebaikan pun kini tidak lagi cukup untuk menolongnya.

*