Cerpen

Sebab Engkau Pasir dan Engkau Akan Kembali Menjadi Pasir

Sebab Engkau Pasir dan Engkau Akan Kembali Menjadi Pasir

Antreannya pelan-pelan maju dan mereka mendekati meja check-in. Dia mengintip-intip ke arah biksu karena menyangka masih ada yang belum diucapkan oleh si biksu. Saat menghadapi petugas check-in kebetulan biksunya sedang juga mengangkat kotak-kotak ke atas conveyor. Banyak sekali kotaknya dan tampaknya juga cukup berat. “Ini tidak mungkin termasuk 30 kilo gratis!” ucapnya lagi dalam hati sembari terus mengamati.

Terganggu oleh pikirannya itu, dia lupa antrean sudah maju dan sebentar lagi gilirannya. Setelah dia mempersiapkan kata-kata untuk berbicara dengan petugas dan mengeluarkan paspor dari bagasi, biksunya tiba-tiba mendekati dia dan bertanya “Satu kotak saya yang tersisa ini tidak bisa lagi masuk ke bagasi. Kamu membawa sangat sedikit barang. Bolehkah saya titip kotak satu ini?”

Antrean sebelah kiri maju lagi dan sambil masih memegang paspornya dia bingung harus berinteraksi dengan siapa dulu. Dipandang oleh tiga orang petugas kursi sebelah kiri, petugas kursi sebelah kanan dan biksu dengan ekspresi muka yang menunggu balasan, dia menjawab “Baiklah. Tidak apa-apa.” Jawabnya untuk mengakhiri situasi. Ia mengambil kotak kayu yang tampak tua seukuran 30 cm kubik ke dekapannya sebelum kemudian menyerahkan ke petugas.