Cerpen

Sebab Engkau Pasir dan Engkau Akan Kembali Menjadi Pasir

Sebab Engkau Pasir dan Engkau Akan Kembali Menjadi Pasir

Walaupun sudah penuh, boarding berjalan lancar dan dia menemukan kursinya dengan cepat. Sambil duduk di kursi, dia mengamati kesibukan di pesawat yang mulai bergetar. Tapi badannya bergetar lebih hebat. Beberapa tahun terakhir, ia mengalami serangan panik terutama jika berada di pesawat terbang. Serangan itu dipicu oleh kombinasi ruangannya yang sempit dan pandangan penumpang yang terburu-buru, juga lampu-lampu meredup dan bunyi alarm tanda-tanda. Namun yang paling menakutkan untuknya adalah jendela bulat kecil yang mengingatkannya terhadap kesempitan pesawat yang sama dengan kesempitan di dalam kapal selam. Terpenjara di udara sama saja dengan terpenjara di dasar laut. Perpaduan antara ruang sempit di tengah keluasan yang memberikan suasana kontras yang mengerikan. Ditambah lagi ingatan tentang kotak dan biksu yang terus membuntutinya. Dua-duanya membuat ia kemudian bergantung pada Lorazepam, obat anti cemas yang selain menghilangkan cemas juga menghilangkan tanda-tanda hidup lainnya, membawa peminumnya pada situasi antara yang hidup dan mimpi, yang nyata dan ilusi. Inilah saatnya. Sebutir ditelannya tanpa air.

Tanpa sadar matanya pelan-pelan mengecil seperti dihipnotis oleh gerakan orang-orang yang melewati kursinya. Sampai kemudian dia tertidur dengan sangat pulas. Mungkin bisa kita sebut itu terlalu lelap. Suara-suara di pesawat semakin menjauh dan dia memasuki kegelapan. Hening.