Cerpen

Mereka yang Kau Beri Nasehat

Mereka yang Kau Beri Nasehat

Aku memang sedang menunggu seseorang yang ingin bertemu. Namanya Ran. Siapa yang butuh, dialah yang harus menghampiri, bukan? Aku sengaja menyuruh Ran datang hujan-hujan begini. Aku akan sangat berterimakasih pada hujan kalau dia keberatan disuruh datang ketika hujan. Aku memang menghindarinya.

“Mbak suka bahasa Jepang?” Si ibu kembali mengganggu.

Aku mengangguk. Tersenyum lagi.

“Sensei orang Jepang itu, bagus ya dia mengajar?”

“Bagus. Kalau tidak bagus, tidak mungkin dipercaya sama atasan ibu.” Saya tertawa ringan. Dia mengahampiriku dan mengambil koran yang telah selesai ku baca.

“Tolong carikan saya artikel, Mbak. Artikel itu yang mana ya? Maklum lah, saya ini tidak sekolah. Saya tidak tahu yang mana yang namanya artikel. Anak saya minta dibawakan artikel untuk tugas sekolah.” Si ibu masih membolak-balik koran.

“Saya akan cari. Ibu lanjutkan saja pekerjaan ibu.” Ternyata dia punya tujuan kenapa sebelumnya mengajakku bicara.

Aku pun kembali membuka koran yang sudah selesai kubaca. Aku menyisikan judul yang adalah artikel. Tak lama kemudian Ran datang.

“Jadi mau tanya apa?” Tanyaku pada Ran.

“Semuanya.” Dia menjawab hampir cengengesan. “Bisakah kita pindah ke tempat lain?”

Aku menggeleng.“ Aku tak bisa lama. Semuanya yang mana?” Tanyaku kembali.