Aku ditugaskan oleh seseorang yang sangat kuhormati untuk membimbing beberapa calon penulis sebuah media berita online yang akan dilaunching tahun depan, Ran salah satunya. Minggu lalau dia berhalangan hadir ketika pertemuan. Aku memintanya untuk menanyakan tugas yang harus dikerjakan pada teman-temannya.
Dia mengiyakan dan hari ini dia meminta untuk bertemu.
“Jadi tugas yang mana yang kamu tidak mengerti?”
Dia diam.
“Kamu belum tanya kan teman-temanmu tentang tugas yang ingin dikerjakan?”
Dia menggeleng. Hampir cengengesan. Mungkin dia pikir, dia lucu.
“Kamu tahu tidak bedanya negara maju dan negara tidak maju?” Suaraku kupaksa sedatar mungkin walau sedang marah.
Dia melirik ibu cleaning servis kemudian menggeleng. Mungkin dia memberi isyarat jangan sampai aku memarahinya di depan cleaning servis.
“Perbedaannya terdapat pada rakyatnya. Kalau di negara maju, rakyat mengejar-ngejar ilmu. Di negara tak maju, rakyatnya dikejar-kejar ilmu. Sudah dikejar pun, mereka tetap berlari, tak ingin ditangkap oleh ilmu. Kemudian ilmu itu berhenti mengejar karena capek.”
Ran mengangguk. Dia melirik lagi ibu cleaning service.
