“Kalau semua orang di negara kita menerapkan prinsip tembak satu kena dua, menurutmu apa negara kita bisa maju seperti negara adidaya itu? Kalau sudah menerapkan prinsip itu, sudah termasuk orang-orang yang mengejar ilmu, belum?”
Aku tetap diam. Masih mengecek kertas yang berisikan tugasnya. Kalau dua orang yang berlainan jenis kelamin duduk berhadapan di sebuah warung kopi, mendiskusikan sesuatu dan mereka memiliki pendapat yang sejalan, mereka akan mudah untuk saling menyukai dan saling mengagumi. Aku takut kalau sampai itu terjadi. Kau masih ingat kan? Adik Ran adalah mantanku.
