Cerpen

Perempuan Melayu Terakhir

Perempuan Melayu Terakhir

Setelaha agenda, Marwah satu-satunya orang yang menindak lanjuti usulan dalam diskusi. Saya lantas ditawari marwah untuk bekerjasama menjadi pengajar bahasa inggris privat di rumah kerabatnya. Semua peserta adalah anak dari tetangganya. Saya jawab tawaran tersebut dengan hanya mampu berpartisipasi di awal, pertengahan dan akhir pertemuan saja karena saya belum punya cukup waktu kala itu. Sisanya saya serahkan kepada marwah sendiri yang mengaku memilki kemampuan bahasa inggris yang terbatas.

Suatu ketika saya dapat amanah dari Dosen untuk mengelola bisnis rumah kos yang terletak di Jalan Sepakat 2 Gang Mawar. Kami menyewa satu gedung kos untuk kami sewakan kembali kepada mahasiswa yang datang dari daerah.

Setelah beriklan di sekitar kampus, tak butuh waktu lama bagi kos untuk penuh. Semua penghuninya adalah mahasiswi,  maka saat itu bertepatan kami sedang membutuhkan petugas wanita untuk menunggui rumah kos. Dan Marwah figur yang cocok untuk mengurusi Kos itu.

Saya menawarkan Marwah untuk pindah dari rumah kerabatnya ke Rumah Kos, dengan “klausul akad” bahwa dia berhak menempati satu kamar dari total 11 kamar secara gratis. Tapi kewajiban seperti menunggu calon penghuni dan kebersihan kos menjadi tanggung jawabnya. Marwah menyanggupinya setelah melewati negosiasi alot dan diberikan izin oleh kerabatnya.