Cerpen

Perempuan Melayu Terakhir

Perempuan Melayu Terakhir

Rasa Iba semakin membuncah dalam hatinya. Islahuddin memang kurang perhatian, maka wajar dia merawatnya sedemikian rupa. Hal itu berlangsung sekitar hampir setahun, saat Anak itu berusia hampir 2 tahun setengah. Hingga akhirnya perjalanan taqdir mengantarkan marwah berpulang ke sisi Allah lewat sebuah kecelakaan di Sui Pinyuh. Dalam perjalanan menuju pontianak sehabis liburan semester akhir.

Ternyata orang sebaik Marwah lebih diinginkan untuk segera menghadap Allah dengan keadaan yang sangat baik. Ketika meretas perjalanan dalam rangka menuntut ilmu, Sayap malaikat terbentang menaunginya sepanjang perjalanan, mengantarnya untuk menuju tempat terbaik.

Kontrak dengan rumah kos tidak diperpanjang. Pengelolaan Rumah kos tersebut diserahkan ke pemilik bangunan. Saya nyaris kehilangan kontak dengan kos ini, setelah berkunjung ke rumah orang tua Marwah di Serimbu, berziarah ke makam dan menangisi (dalam hati) pusara Marwah. Saya disibukkan dengan aktivitas kuliah.

Suatu ketika saya mendengar kisah Marwah dengan Islahuddin dari salah seorang mantan penghuni Kos, maka saya menyempatkan diri untuk mencari anak tersebut ke Jalan Sepakat, menanyakan kepada penghuni kos & warga sekitar. Apakah anak kecil itu masih sering muncul.