Community

Aktualisasi Proses Saling Berbagi dan Memberi

Aktualisasi Proses Saling Berbagi dan Memberi

Almarhum mengawali kariernya sebagai seorang guru, kemudian memilih jalan sebagai wartawan pada Mingguan Penabur yang diterbitkan oleh Gereja Katolik. Petrus Kanisius Ojong (Pemimpin Redaksi Mingguan Star Weekly), dan Jakob Oetama kemudian mendirikan Majalah Bulanan Intisari. Edisi perdana Intisari terbit 7 Agustus 1963, tebal 128 halaman berisi 22 artikel. Antara lain terjemahan kisah bintang layar perak Marilyn Monroe, pengalaman perjalanan Nugroho Notosusanto (ahli sejarah dari Universitas Indonesia) ke London, dan kisah Usmar Ismail (sutradara film kondang) ketika pertama kali membuat film.

Presiden Soekarno tahun 1964 mendesak Partai Katolik menerbitkan koran. Sejumlah tokoh Katolik terkemuka seperti P.K. Ojong, Jakob Oetama, R.G. Doeriat, Frans Xaverius Seda, Policarpus Swantoro, R. Soekarsono, mengadakan pertemuan dengan pihak Majelis Agung Wali Gereja Indonesia (MAWI) yang terdiri dari unsur Partai Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Pemuda Katolik dan Wanita Katolik. Mereka mendirikan Yayasan Bentara Rakyat, dengan susunan pengurus Ignatius Joseph Kasimo (Ketua Partai Katolik) sebagai ketua. Frans Seda (Menteri Perkebunan dalam kabinet Soekarno)wakil ketua, F.C. Palaunsuka penulis I, Jakob Oetama penulis II, dan P.K. Ojong sebagai bendahara. Yayasan Bentara Rakyat inilah yang menerbitkan Harian Bentara Rakyat yang belakangan menjadi Harian Kompas atas saran Presiden Soekarno. Sebagian redaksinya adalah wartawan Katolik yang direkrut dari Redaksi Intisari.

Baca Juga:Beras Kampung