Kerendahan hati seperti itulah yang kemudian membuat Grup Kompas Gramedia berkembang menjadi kelompok bisnis yang menggurita ke mana-mana. Tahun 1988 Harian Kompas sudah menjadi suratkabar raksasa dengan tiras terbesar di Indonesia, bahkan seantero Asia Tenggara dan dijuluki konglomerat pers Indonesia dengan holding company Kelompok Kompas-Gramedia (KKG). Bidang usahanya kini tak lagi sekadar media massa dan percetakan maupun toko buku. Bisnis perhotelan, perfilman, tambak udang, bengkel, pompa bensin, perkebunan, jalan tol (PT Trans Lingkar Kita Jaya), gedung pertemuan tingkat internasional, pendidikan dan berbagai sektor lainnya. Berbagai bisnis yang pernah dirambah KKG antara lain toko swalayan Grasera (sudah tutup), Toko Buku Gramedia, tambak udang Gramina (tutup), perusahaan perfilman Gramedia Film (tutup), bank Andromedia (tutup), usaha perkebunan Hortindo, biro perjalanan Ina, pabrik tissue, perhotelan Grahawita Santika, pengolahan rotan, radio swasta niaga Sonora, perusahaan jasa Berkaf (juga menangani pabrik kertas) dan sederetan lagi perusahaan lainnya.
Aktualisasi Proses Saling Berbagi dan Memberi
