Community

Aktualisasi Proses Saling Berbagi dan Memberi

Aktualisasi Proses Saling Berbagi dan Memberi

Tanggal 28 Juni 1965, Harian Kompas terbit dengan motto “Amanat Hati Nurani Rakyat.” Di pojok kiri atas halaman pertama, tertulis Pemimpin Redaksi Jakob Oetama; Staf Redaksi J. Adisubrata, Lie Hwat Nio, Marcel Beding, Th. Susilastuti, Tan Soei Sing, J. Lambangdjaja, Tan Tik Hong, Th. Ponis Purba, Tinon Prabawa, dan Eduard Liem.Tanpa ada nama P.K. Ojong. Kabarnya, nama Ojong sengaja disembunyikan karena sosok Ojong tidak disukai Presiden Soekarno. Ketika pertama kali dicetak, tiras Kompas hanya sekitar 4.800 eksemplar. Kompas edisi perdana dicetak di percetakan PN Eka Grafika, milik harian Abadi yang diterbitkan Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).

Setelah pindah ke Percetakan Masa Merdeka, tirasnya meningkat jadi 8.000 eksemplar, hingga saat pembredelan pertama oleh Orde Baru. Sewaktu terbit kembali 6 Oktober 1965, tiras Kompas meningkat menjadi 23.268 eksemplar. Tahun 1972, Kompas dicetak di tiga tempat dalam waktu yang berbeda-beda. Selain di Kinta dan Surya Praba, Kompas dicetak juga di PT Jakarta Press, Jalan Gunung Sahari. Mesin cetak waktu itu hanya mampu mencetak empat halaman padahal tiras Kompas sudah 100.000 eksemplar lebih per hari dan setiap hari terbit 12 halaman.