in

Bakar Saja

Climate Change

bakar saja
Proses Pemadaman oleh KPH Wilayah Mempawah Polres Mempawah, Kodim 1201/Mph, BPBD Kabupaten Mempawah dan Manggala Agni. (Dok. KPH Mempawah)

Asap membumbung tinggi. Sinar matahari panasnya luar biasa. Panas bedengkang sampai di ubun kepala.

Tanggal 01/03/2021, kebakaran lahan terjadi kembali. KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) kabupaten Mempawah di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar bersama tim gabungan dari Polres Mempawah, Kodim 1201/Mph, BPBD Kabupaten Mempawah sigap dan cepat sebagai satuan terdepan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Lima jam kebakaran tersebut tuntas dipadamkan. Satu titik api (hot spot) dapat dipadamkan. Tapi 5 titik api masih menanti dipadamkan. Bisa 5 hari ke depan baru bisa ditanggulangi.
Langit pun tak biru lagi.

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) memang momok menakutkan apalagi lahan yang memiliki kondisi gambut.

Kebakaran pun melanda, asap mulai mengepul kemana-mana. Siapa yang mau disalahkan dengan membuka lahan dengan cara membakar. Satu sisi, modal lima ribu rupiah bisa membuka lahan satu hektar untuk pertanian dengan cara menyulut api lalu membakar tanaman yang sudah ditebang menjadi kering kerontang. Api pun menyala besar dan menerbangkan percikan api kemana-mana. Ditambah lagi hembusan angin yang mendukung kala terik matahari menyengat tinggi.

Baca Juga:  Cara Berwakaf Uang yang Mudah dan Rasakan Adiktif Kebahagiannya

Buka lahan secara mekanik memang aman sekali tanpa resiko kebakaran. Tapi butuh biaya lima juta rupiah. Sama-sama modal lima, bakar lima ribu berbanding terbalik dengan lima juta.

Jungkir baliklah para pemadam Karhutla. Siapa yang mau disalahkan ketika hukum akan ditegakkan. Peradilan pun kadang enggan. Atas nama bertahan dan pemenuhan hak hidup lalu menghadang keadilan, inilah kearifan lokal.

Pemerintah pasang badan buat aturan dan regulasi tapi kadang besar kepala dikedepankan, hingga kearifan pun sudah tak dikenal.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian kearifan lokal terdiri dari dua suku kata yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local) lokal berarti setempat dan wisdom sama dengan kebijaksanaan.

Ini merupakan kematangan masyarakat di tingkat komunitas lokal yang tercermin dalam sikap,perilaku, dan cara pandang masyarakat yang kondusif di dalam mengembangkan potensi dan sumber lokal (material dan non material) yang dapat dijadikan sebagai kekuatan di dalam mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik atau positif.

Tujuan utama dari kearifan lokal adalah mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik atau positif.

Baca Juga:  Tanam Saja

Bagaimana membakar lahan bisa dikatakan sebagai kearifan lokal. Pernahkah dilakukan metode kearifan lokal lainnya, membuka lahan tanpa dibakar. Sepertinya kita mesti berhimpun untuk merumuskan kembali kearifan lokal dalam bentuk wujud nyata.

Musyawarah mufakat perlu diutamakan, bukan tekak besar minta panggung bicara bahwa saya hebat. Tak ada kata aku, yang ada satu untuk semua, semua untuk satu.

All For One – One For All

Karena oksigen yang kita hirup sama.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ – القران الكريم

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Written by M Azdi Thahir

dongen di desa lingga

DONGENG MEMBAHANA DI DESA LINGGA

bakar saja 1

Let It Burn