Pertama kali saya mengetahui organisasi ini bermula dari ajakan seorang sahabat untuk datang ke kajian rutin. Kajian saat itu dilaksanakan di Masjid Istiqomah yang berlokasi di Jalan Gusti Sulung Lelanang, Jumat 20 Februari 2018. Saat itu sedang heboh-hebohnya film Dilan dan banyak yang terjangkit virus Dilanisme. Dengan kekreativitasan para pengurus komunitas dan dengan bantuan Bang Berry maka saat itu kajian yang pertama kali saya datangi berjudul “Fulan 2018, Jangan rindu, berat. Biar kita ngaji aja”. Sebuah tema yang sangat kreatif di tengah kehebohan Film Dilan saat itu. Kajian yang diselenggarakan setelah Sholat Isya berjamaah itu pun dihadiri para anak muda Pontianak dan sekitarnya. Menakjubkan lagi ada yang datang dari Kecamatan Wajok hanya untuk mengikuti kegiatan ini. Luar biasa.
Selain menjadi tempat ibadah, dengan adanya komunitas ini Masjid kembali berfungsi sebagai tempat menimba ilmu dan komunitas ini turut serta memakmurkan masjid. “Biasanya yang mudah disusupi paham dan doktrin teroris adalah orang yang taat dan patuh, tapi buta ilmu dan rendah pemahaman agama, sehingga merasa paling benar. Makanya dengan komunitas ini mengajak serta memberikan bekal kepada anak muda dan mengawasi gerak-gerik anak muda Kota Pontianak agar tidak disusupi paham yang salah,” ujar Bang Berry.
