Community

Cegah Terorisme Melalui Komunitas dan Organisasi Anak Muda

Cegah Terorisme Melalui Komunitas dan Organisasi Anak Muda
Pengajian dengan pembinaan yang benar dirasakan remaja Kota Pontianak dan sekitarnya, baik di sekolah, pondok pesantren, masjid maupun kampus.

Pernyataan itu dibenarkan oleh Naurah Atqiya (20 tahun) seorang pengurus di FKMI Nuruddin. Baginya dengan mengikuti komunitas keislamaan ilmu yang didapatkan semakin luas. Hablum Minnallah Wa Hablum Minnanas juga terasa ketika mengikuti di sini. Hubungan dengan Allah baik dan hubungan dengan sesama makhluknya juga terbangun baik.
“Saat aku masuk organisasi ini, banyak hal yang membuatku takjub. Apalagi orang-orang di dalamnya pada baik-baik. Jadi kita saling ngingetin, saling mengajak, saling memperbaiki. Apalagi orang-orang ds ini lebih mementingkan orang lain daripada diri sendiri. Aku aja terharu. Jika banyak isu mengenai paham radikalisme dan terorisme bermula dari organisasi ini, itu benar-benar cara berpikir yang salah,” ujarnya semangatseraya senyum.

Rill Hijrah, ril jihad. Jihad yang benar dan dapat dirasakan sejuk, teduh, penuh harmonisasi. Cahaya cerah yang dirasakan ril oleh kawula muda Pontianak dan sekitarnya. Berbanding terbalik dengan citra jihad yang dikononotasikan jahad, membunuh, meledakkan bom dan karib dengan aksi terorisme.

Damai selalu Pontianak-Bumi Khatulistiwa. *