Community

Cegah Terorisme Melalui Komunitas dan Organisasi Anak Muda

Cegah Terorisme Melalui Komunitas dan Organisasi Anak Muda
Pengajian dengan pembinaan yang benar dirasakan remaja Kota Pontianak dan sekitarnya, baik di sekolah, pondok pesantren, masjid maupun kampus.

Pradhita Selfira (22 tahun) seorang mahasiswi Politeknik Negeri Pontianak yang merupakan komunitas anggota ini berpendapat bahwa ini merupakan komunitas yang bermanfaat. “Komunitas ini bikin kita ingat sama Allah. Tak hanya dapat ilmu, namun juga mendapatkan teman yang masih sama-sama menimba ilmu agama. Cara penyampaiannya juga sangat enak, menarik dan tidak membosankan sehingga kita asik dengerinnya. Tidak seperti menggurui, tapi lebih ke sharing aja gitu,” ujarnya.

Kajian yang menarik perhatian anak muda ini semakin serius dalam melebarkan sayapnya. Tak tanggung-tanggung mereka juga pernah mengundang Ustad ternama di kalangan anak muda. Sebut saja Ustad Hanan Attaki, Muhammad Alvin Faiz dan Ustad kondang sebagai daya tarik untuk mengundang para kaum muda mulai mengikuti komunitas Riil Hijrah ini, serta menarik perhatian kaum muda Pontianak untuk mengikuti kajian-kajian bermanfaat agar terhindar dari terorisme dan radikalisme.

Selama ini Kalimantan Barat bukanlah daerah yang bersahabat untuk gerakan terorisme dan radikalisme, sebut saja kejadian bom molotov di Vihara Budi Dharma Singkawang, penangkapan Nurul Hadi di Bandar Udara Supadio, penangkapan Anggri yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), seorang teroris dari Solo di Desa Boloyang, Melawi. Tak hanya itu rekam jejak radikalisme dan konflik antar etnis juga tercatat dengan jelas.