Community

I’ll be home for Christmas

I’ll be home for Christmas

Oleh: Dr Leo Sutrisno

Perjalanan yang melelahkan selama dua hari lenyap seketika, begitu memasuki jalan yang dilewatinya di hari yang sama tahun lalu. Jalan lurus mengarah ke utara menuju gerbang desa.

Kanan kiri jalan terhampar persawahan dengan padi yang mulai menguning kehijauan. Garis lengkung tak teratur pematang serta hamparan sawah yang bertingkat-tingkat menguatkan kesan daerah pegunungan. Betul, daerah itu memang berada di halaman selatan gunung Merapi.

“Katanya siaga I, tetapi tampaknya, tenang-tenang saja. Tak sebanding dengan pemberitaannya” Pikirnya sembari menikmati semburan cahaya mentari senja yang kuning kemerahan jauh di seberang sana.

Dokter Frans Cuka bersyukur karena tadi tidak kebagian taksi. ‘Blessing in disguise’ gumannya. Dengan ojeg ini, ia dapat menikmati semilir angin lereng gunung yang menyusup ke tulang. Suhu 19 derajad membuat segar seketika.

Setelah selesai mengikuti Misa malam natal live streaming mereka makan malam bersama.

Kemudian, mereka duduk-duduk di teras belakang. Di dekat gua Maria.

Gemericik pancuran sedang ditimpali nyanyian katak sawah di seberang sungai membangun nuansa malam yang sepi dan damai.

“Bapak minta maaf, walau dalam situasi yang seperti sekarang ini, Mas Frans saya minta ke sini di malam ini. Itu hanya meneruskan permintaan Wie-Wie”