Akhirnya Yudi memutuskan kiblat Arwana harus ke Melayu. Personil lain sempat protes, “..kenapa harus Melayu bang?”, sedangkan pada jaman itu yang sedang musim dan trend adalah musik rock. Ada Boomerang, Slank yang sedang “up..up..up..” semua. Tiba-tiba ada Arwana yang membawakan genre etnik dan musik melow. Itu pemikiran anak-anak Arwana, tapi kata Yudi buat saja. Semua itu terejawantahkan dalam lagu Kunanti, Kepang Kampung, Angsa Putih, ASA, yang diciptakan Yudi pada Album Pertama Arwana. Ternyata semua meledak, semua pendengar musik menghormati karya Arwana.
Banyak orang atau pemerhati musik barangkali berfikir kenapa harus mengeluarkan ‘peluru’ sedemikian banyak. Jawaban Yudi pada saat itu, bahwa Arwana harus melawan banyak Band-band hebat dengan karakteristik yang kuat di genrenya masing-masing. Kalau Yudi dkk hanya mengeluarkan lagu-lagu terbaiknya hanya satu dua saja, maka Arwana akan kalah dengan band yang mengeluarkan lagu hitsnya.
Arwana dan Sumbangsih Max Yusuf Alkadrie
