Community

Konser 25th ARWANA Tribute to Sultan Hamid II

Konser 25th ARWANA Tribute to Sultan Hamid II

Tidak bagi kami, ada kehormatan (dignity) yang kami perjuangkan. Kehormatan itu bukan milik segelintir orang. Itu milik kita semua. Tak malu-kah kita ketika bertandang keluar kampung halaman, kemudian dikatakan bahwa pahlawan kita seorang pengkhianat bangsa? Apakah tak jatuh harga diri atas orang yang kita hormati, sedangkan di luar sana orang lain menunjuk ajar dalam sudut pandang beda tak beretika?

Ya! Kita orang Kalimantan Barat (Kalbar), mengaku lahir di Kalbar, dan sosok bumi putra peletak dasar pertama wilayah ini, dikatakan pengkhianat bangsa? Ini soal apa kata generasi penerus kita?, kalau tak mengubah dan meluruskan persoalan yang tak kunjung usai berpuluh tahun lamanya.

Simpul kusut itu, akhirnya, lima tahun belakangan berhasil kami urai! Sultan Hamid II diakui sebagai perancang lambang negara secara resmi oleh Negara, dengan dimasukkan muatan materi sejarahnya dalam Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan pada tahun 2016 oleh Kemenristekdikti RI. Sedangkan di tahun sebelumnya, 2015, Lambang Negara Asli rancangan Sultan Hamid II, Garuda Pancasila disahkan menjadi benda cagar budaya peringkat nasional oleh Kemendikbud RI.