Setelah diterima oleh Sony Musik, Yudi dan kawan-kawan harus memberikan dua atau lebih, nama yang pas untuk grup musik mereka. Kemudian Yudi dan lainnya mengajukan beberapa opsi nama seperti X-Bat, Khatulistiwa, dan banyak lagi pilihan nama lainnya yang identik dengan Kalimantan Barat atau Pontianak untuk diajukan. Tapi dari sekian banyak nama, 5 s/d 10 nama yang sudah diajukan, tidak diterima oleh Sony Musik. “Coba dicari lagi, kata Sony Musik.” Dan Yudi diberikan deadline satu hari lagi (besoknya, pukul 9 pagi) untuk menentukan nama terbaik, kalau tidak nama grup mereka akan dipilihkan oleh Sony Musik itu sendiri.
“Tapi karena saya punya guru, punya orang tua, atau saudara yang kami sangat akrab, yaitu orang Pontianak, dia adalah seorang Jurnalis senior, pengamat musik, dan tokoh masyarakat Kalimantan Barat yang berdomisili di Jakarta, yaitu Pak Max Yusuf Alkadrie”, ujar Yudi.
Max Yusuf Alkadrie adalah tokoh masyarakat Kalimantan Barat, Jurnalis Senior, Pemerhati sejarah dan sosial masyarakat, yang merupakan seorang Sekretaris Pribadi Sultan Hamid II pada tahun 1967-1978. Max juga merupakan pendiri Yayasan Sultan Hamid II. Beliau wafat pada tahun 2019 lalu. Orang yang pertama teriak lantang mensosialisasikan tentang Sultan Hamid II dan Lambang Negara RI Garuda Pancasila adalah Max Yusuf Alkadrie.
