Community

Pak Ngah

Pak Ngah

Oleh: Ambaryani

Pagi kemarin saya berangkat bersamaan dengan Anggi teman sekantor. Kami sudah janjian sejak malam, sebab kunci motor Anggi hilang sejak Selasa pagi.

“Kak, besok pagi Anggi numpang ye ke kantor?” Anggi mengirim pesan Wa.

“Ok, besok pagi dijemput on time.”

Dan benar, paginya Anggi sudah menunggu saya di depan rumah, dengan raut muka… Saya menebak, ini sebab kunci motor.

“Ntah kemane jak kunci motor ni, orang serumah dah bantu carik, belum gak dapat,” kata Anggi saat saya jemput.

“Mang Anggi tarok mana?”, tanya saya.

“Di tangan Kak, Selase pagi tu, Anggi buka jendela depan, lalu tak ada kunci tu. Rase si tejatok bawah jendele, tapi orang serumah dah nyari e tak dapat”.

Si Anggi masih panjang lebar bercerita prihal pencarian kunci yang belum kunjung ditemukan. Neneknya sampai tepincang-pincang tercucuk duri, sepupunya Upi sampai bengkak matanya digigit binatang saat masuknke kolong rumah, kening tantenya tecucuk duri jeruk di samping rumahnya.

“Banyak dose Anggi dengan orang rumah tegal kunci ni”, kata Anggi sambil ketawa.
Saat sampai di Parit Rimba, Anggi mengajak saya mampir di rumah salah satu warga yang dipanggilnya Pak Ngah. Katanya, dia mau minta bantu soal kuncinya yang hilang.