Sementara itu, pak Nur Iskandar, aku mengenalnya saat pertama kali mengirim tulisan di teraju.id. Awalnya aku mengira teraju.id adalah milik pak Yusriadi. Belakangan baru kuketahui setelah membaca kolom tentang penulis di bagian bawah di salah satu tulisannya. Kali pertama aku melihat secara langsung sosok seorang Nur Iskandar perawakannya cukup tinggi, lumayan kekar, bermata agak sipit, sepintas terlihat santai dan humoris.
Keberangkatanku menuju lokasi acara kira-kira pukul 09.20 Wib. Sesampainya di lokasi tepat ketika pak Dedy Ary Asfar tampil membedah buku pak Yusriadi “Ajarkanlah Anakmu Menulis.” Aku sudah tak heran lagi dengan pembawaan pak Dedy, diksinya dalam berbicara selalu berdasarkan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar apalah lagi dalam kepenulisan. Seorang penyuluh bahasa ini mempunyai cara berpikir yang berbeda dengan yang lain. Aku pernah membaca tulisan resensinya, kritiknya tajam dan analisanya mendetil.
Berkiprah dengan Penulis
Baca Juga:Kulminasi Matahari Jadi Ajang Fotografi
