Sebenarnya aku pun ingin mendapatkan hadiah buku itu, tetapi hingga tanya jawab sesi kedua belum juga timbul bahan pertanyaan. Sialnya, pertanyaan itu baru muncul dibenakku setelah sesi kedua selesai. Aku baru teringat dengan ungkapan pak Dedy “Membaca adalah Katarsis” tafsirku terhadap kalimat itu adalah bahwa dengan membaca menghilangkan pikiran-pikiran buruk dan menyucikan rohani. Aku baru menyadari, selama ini sebelum menulis aku harus membaca terlebih dahulu. Tujuannya untuk menghilangkan isi tulisan yang salah kaprah dan cenderung mengandung kenegatifan. Sepertinya ini sudah menstigma dalam pola pikirku. Masalahnya, tulisan yang hendak ku buat lama terselesaikan. Aku merasa keadaan ini cenderung tidak efektif. Pertanyaannya adalah apa solusi atas permasalahan yang ku alami itu? Aku pun ingin menanyakan perihal bagaimana mengatasi rasa takut akan kritikan orang mengenai tulisan karya sendiri? Sebab aku agak rentan terkikis pesimisme jika dikritik orang lain.
Sayangnya, tatkala itu sudah memasuki sesi pemberian hadiah kepada mahasiswa yang bertanya, kesempatanku hilang karena unek-unek yang berjalan lamban. Semoga saja tulisan ini dibaca oleh pemateri, paling tidak dibaca pak Nur Iskandar selaku pemilik teraju.id. Harapannya bisa dijawab dikolom komentar agar kebimbangan yang selama ini dirasakan sirna.
