Kultur

Belenggang: Calon Bayi Laki-laki atau Perempuan? (Bagian 3)

Belenggang: Calon Bayi Laki-laki atau Perempuan? (Bagian 3)

Oleh: Farninda Aditya

Sekitar jam 9 pagi, Mak Dukun Beranak pun datang. Proses urut dimulai. Sebelumnya, kain yang 7 helai itu dilipat, disusun satu persatu. Lalu dibaringkan, pada posisi di bawah pinggul.

Urutan dimulai dari kaki, lalu perut. Saat Mak Dukun mengurut perut ia bilang, “Ini cewek”.

Menurutnya, calon bayi saat diangkat lebih lembut, atau lebih mudah. Urutan ini dilakukan untuk mengetahui posisi janin. Apakah itu nyungsang-kaki di atas-, lintang, atau normal. Menurut Mak Dukun, posisi janin bagus, yakni normal. Kepala di bawah.

“Sudah banyak yang dibantu Bu, tangan pun sudah hapal”, ceritanya lagi pada Emak yang mendampingi.

“Kalau cewek tu Buk, urat-urat emaknye pun lembut. Kalau laki-laki, uratnya terek. Keras. Kalau diangkat lebih susah”.

Perihal dikatakan calon bayi adalah laki-laki atau perempuan memang sudah sering didengar. Saya juga diprediksi perempuan. Ciri-cirinya, kulit tidak jerawat, kulit lebih bersih katanya. Kalau dari mitos kedutan, janin lebih sering berkedut sebelah kiri adalah perempuan. Bentuk perut pun lebih datar tidak lonjong. Selain mitos ini, urutan saat 4 bulan lalu pun dikatakan perempuan. Hanya saja, saat di USG posisi bayi masih menyulitkan untuk disensor.