Kultur

Kesurupan karena Kemasukan Jin dan Cara Rukiyah Syar’iyah

Kesurupan karena Kemasukan Jin dan Cara Rukiyah Syar’iyah

Warga sekitar yang datang pambar. Ada yang bilang Nanang kerasukan jin pahon kayu. Ada yang bilang jin harimau, dan macam-macam.

Alhasil sejak maghrib hingga pukul 22.00 malam, “orang pandai” di kompleks berhasil melepaskan jin yang masuk ke dalam tubuh Nanang. Sejenak rekan-rekannya bisa rehat. Namun sayangnya, situasi normal itu tidak berlangsung lama. Jin “nakal” tersebut merasuk kembali ke dalam tubuh Nanang. Nanang kembali nanar. Ia kembali mengais-ngais lantai laksana hendak mencengkeram.

Rekan-rekan serumahnya tak kuasa lagi minta tolong. Mereka mencoba apa yang bisa dilakukan. Yakni memegang tubuh Nanang agar tidak menggelepar dan membahayakan anggota rumah. “Kami kuatir kalau dia mencelakai kami,” kata seorang rekannya.

“Kami bacakan Quran Surah Yasin, dia menangis,” kata rekan lainnya.

“Kami tidak tidur sepanjang malam,” tambah yang lain.

***
Menjelang azan subuh Nanang mulai tenang. Ia mau diajak ke mesjid untuk shalat subuh berjamaah. Ia mengenakan celana panjang levis warna biru dan baju kemeja batik lengan pendek. Berjalannya agak lemah. Berwudhu pelan sekali. Nampak Nanang kelelahan teramat sangat. Matanya layu.

Seusai shalat subuh, rekan-rekan Nanang berkonsultasi dengan ustadz yang memimpin Taman Pendidikan Alquran dan salah satu imam tetap Masjid Jamiatush Sholihin, Purnama Agung VII, Deden Fatwa.