Ustadz Deden menceritakan bahwa dirinya juga perantau. Di saat SMA dia 5 tahun merantau ke Padang, Sumatera Barat. Kemudian berpindah lagi ke Makassar, Sulawesi Selatan. Juga kurang lebih 5 tahun. Sampai saat ini berada di Kalimantan Barat. “Alhamdulillah di setiap tempat tidak ada gangguan ruh halus. Tidak perlu pakai-pakai jimat,” lanjutnya seraya mengatakan, jika pun ada musibah, hal itu normal sebab manusia hidup selalu ada ujian dan cobaan.
Jangankan setiap muslim ada ujian dan cobaan, setiap diri non muslim, bahkan tidak bertuhan atau ateis sekalipun, juga ada ujian dan cobaan di dalam hidupnya. Namun mereka semua optimis, apalagi setiap pribadi muslim. Harus lebih optimis dan tidak bergantung dengan jimat.
Jimat menyebabkan kita, kata Ustadz Deden menjadi lemah karena bergantung kepada kekuatan tulisan atau benda-benda di dalamnya. Padahal kita diperintahkan dalam Islam untuk berserah-diri secara total kepada Allah. Kaffah. Dan hanya kepada Allah kita mohon perlindungan. Bukan kepada jin atau jimat.
Jin itu, lanjut Ustadz Deden derajatnya di bawah kita, manusia. Jin itu sifatnya, sombong. Jika kita minta bantuan kepada jin, maka dia yang derajatnya di bawah manusia semakin sombong. Apalagi dibuatkan jimat, dikasih makan, dan lain sebagainya, makin suka dia. Maka sebaiknya jimat ini dimusnahkan dan Nanang dirukiyah syar’iyah.
