Kultur

Kesurupan karena Kemasukan Jin dan Cara Rukiyah Syar’iyah

Kesurupan karena Kemasukan Jin dan Cara Rukiyah Syar’iyah

Ustadz Deden bertanya latar belakang, Nanang. Pertanyaan demi pertanyaan itu dijawab dengan suara lemah. Empat orang rekannya yang juga tampak lelah akibat semalaman tidak tidur kerap kali mengulangi pertanyaan ustadz agar dijawab dengan jelas oleh Nanang. Sesekali lutut Nanang ditepuk karena sesekali tampil gamang.

“Tadi subuh sekitar jam 02.00 saat kami zikirkan, baru dia mengeluarkan jimat ini,” ujar salah seorang rekan yang tampak paling bertanggung jawab dengan kondisi yang dialami Nanang.

Diake mesjid dengan menggunakan kain sarung dan berkopiah hitam.

Ustadz Deden Fatwa melihat jimat itu tergeletak di depan, di atas sajadah. Warnanya putih. Ukurannya sebesar kotak korek api. Dibungkus kain putih. Pinggirnya dijahit.

“Saya dikasih Mbah,” cerita Nanang. Tepatnya saat akan merantau ke Kalimantan.
Kata Mbah, menurut Nanang, Kalimantan ini masih banyak “barang-barang halus”, sehingga kepadanya diberikan jimat penyelamat. “Buat jaga-jaga,” ujarnya.

“Nah, ini salah satu penyebab jin itu masuk,” tukas Ustadz Deden.”Kalau menurut saya, jimat ini sebaiknya dimusnahkan saja. Sebab, jimat ini membuat diri kita bisa terjebak kepada sifat syirik. Syirik itu dosa paling besar.

Dimanaayat Allah mengatakan bahwa syirik adalah kezaliman yang paling besar.”