Nanang bertanya tentang rukiyah itu apa? Ustadz menjawab, bahwa rukiyah itu semacam jampi-jampi. Namun jampi-jampi ini diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Adapun Nabi tidak memakai jimat di dalam hidupnya. Jika jimat itu mujarab, tentu Nabi menggunakannya. Nabi justru menegaskan, bahwa ada dua pusaka yang dia tinggalkan untuk ummat Islam. Jika berpegang teguh dengan keduanya, maka akan selamat hidup di dunia dan di akhirat, yakni Alquran dan Sunnah.
Rukiyah syar’iyah, lanjut ustadz, dengan membacakan ayat Alquran.
Bisadari Alfatihah sampai An Naas. Bisa juga dengan ayat-ayat pilihan. “Namun, setelah saya rukiyah syar’iyah, Nanang juga harus meneruskan dengan rukiyah pada diri sendiri setiap mau tidur, yakni dengan membaca 3 qulhu. Pertama qulhuwallahu ahad, yakni Quran surah Al-ikhlas. Kedua, qul a’udzubirabbil falaq, yakni Quran surah Alfalaq. Serta qul a’udzubirabbinnaas, yakni QS An-Naas. Lalu ditiupkan ke telapak tangan dan diusapkan ke seluruh tubuh dimana bisa terjangkau. Tiga kali. Baru lanjutkan membaca ayat kursi dan doa sebelum tidur.
Amalkan itu, insya Allah cukup sebagai pendinding dari masuknya jin.”
Selanjutnya di dalam aktivitas di luar tidur, jangan lupa berzikir. Bisa dengan memperbanyak kalimah takbir, tahlil dan tahmid. “Ketahuilah bahwa dengan banyak mengingat Allah, hati akan tenang,” lanjut ustadz menyitir ayat Alquran.
