Oleh: Juharis
Fenomena gerhana matahari cincin beberapa waktu ini menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, menurut pemberitaan yang tersebar ada 25 kota dan kabupaten yang dilewati gerhana. Andai pun tidak dapat melihat secara langsung, di media sosial sudah barang tentu tak pernah ketinggalan dari peristiwa menakjubkan ini.
Gerhana matahari terjadi manakala posisi bulan berada di antara matahari dan bumi. Ketiganya berada segaris. Dari bumi, piringan bulan nampak lebih kecil daripada piringan matahari. Sehingga terlihat bayangan bulat hitam. Cuaca juga mengalami perubahan, lebih redup ketimbang biasanya.
Atas keagungan Allah, gerhana dapat terjadi dan dapat dilihat langsung oleh makhluk-Nya. Bagi yang melihat, dianjurkan untuk melaksanakan salat kusuf atau salat gerhana. Di mana pelaksanaan salat dilakukan sebanyak dua rakaat. Berbeda dengan salat pada umumnya, salat gerhana dalam satu rakaat ada dua kali rukuk. Diakhiri dengan salam dan ditambah penyampaian khutbah dari imam.
Tidak berhenti hanya pada soal ibadah, gerhana kerap kali dikaitkan dengan kepercayaan masyarakat setempat. Kepercayaan ini berangkat dari paham nenek moyang atau orang tua zaman dahulu. Kemudian sebagian orang lantas menyebutnya sebagai mitos.
