Opini

22 Oktober 1946 “Starting Poin Kenegarawanan Sultan Hamid II”

22 Oktober 1946 “Starting Poin Kenegarawanan Sultan Hamid II”

Mempelajari sejarah akan membuat orang ter­biasa melakukan kritik dan otokritik terhadap berbagai sumber sejarah. Kritik dan otokritik terhadap suatu objek sejarah meru­pakan bagian dari metode sejarah. Louis Gottschalk 1983 menje­laskan bahwa metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisis kesak­sian sejarah untuk menemukan data yang otentik, serta usaha sin­tesis atas berbagai data sehingga menjadi kisah sejarah yang da­pat-atau patut-dipercaya. Dan dalam penulisan kisah sejarah, ada tiga tahap yang harus dilewati terlebih dahulu, yaitu heuris­tik atau pencarian sumber, kritik atau verifikasi, dan inter­pretasi yang terdiri atas sintesis dan analisis, baru historiografi atau penu­lisan kisah sejarah.

Dalam konteks sekarang ini, bisa dikatakan bentuk kolonialisme fisik memang sudah usai, tetapi tantangan lainnya yang berusaha meruntuhkan kedaulatan Negara tidak pernah padam. Inilah yang semestinya menjadi tugas seluruh bangsa, khususnya generasi millennial. Semangat patriotisme, keikhlasan, semangat pantang menyerah, serta mementingkan persatuan harus menjadi prioritas utama untuk menjaga kedaulatan bangsa ini.