Solusi akan mampu didulang bila kita cerdik menggunakan senjata digital ini. Banyak yang belum sadar, kita sesungguhnya bisa menjadi produsen sekaligus konsumen dengan mudahnya di dunia online. Buktinya, Microsoft, Google dan Amazon lahir “hanya” dari garasi rumah.
Meski belum menjadi bola salju. Para pelaku bisnis online mulai berbiak di tanah air. Alih-alih berkomentar mengapa Cesar berjoget kembali, para mahmud (baca: mamah muda) menjadikan hp-nya untuk berjualan jilbab secara online. Para affiliate marketer berlimpah dolar lewat klik mouse-nya. Pelaku bisnis mantap meraup dolar dengan Adwords dan Facebook ads.
Ya, anda akan mudah menemukan banyak kisah pelaku bisnis Indonesia yang sukses di dunia online. Silakan googling…
Ke depannya, seluruh penggiat dunia online, dan pemerintah tentunya, harus bersinergi untuk memetakan persaingan, menyatukan kekuatan guna melahirkan startup digital yang mampu bersaing di tingkat global. Pemerintah harus memfasilitasi inkubator di daerah masing-masing. Buka pintu seluas-luasnya bagi investor untuk menemukan startup yang seksi untuk dikucuri investasi. Sebagaimana Menkominfo Rudiantara berharap lahirnya satu startup unicorn—yang bervaluasi di atas 1 miliar dolar—satu buah setiap tahun. Kemarin Gojek, sekarang Tokopedia, besok startup anda? Insya Allah.
Sekarang jamannya digital. Yang ketinggalan kereta, bersiaplah terpental. Segera beraksi, tanpa tapi, tanpa nanti. Ayla view all..
