Opini

Bertahan Hidup Bersama Tetangga Bantal

Bertahan Hidup Bersama Tetangga Bantal

Sepulang dari acara itu saya diam karena kekenyangan. Lalu dalam hati bertanya kepada diri sendiri, sudahkah saya benar-benar menjadi pasangan yang baik? Atau jangan-jangan selama ini saya cuma merasa sudah baik?

Mungkin memang begitulah pernikahan. Ia bukan tentang siapa paling sempurna, melainkan siapa yang masih mau memperbaiki diri meski sudah sama-sama tahu buruknya masing-masing.

Dan barangkali, cinta yang paling dewasa bukan lagi soal degup jantung seperti di film-film. Tapi tentang dua orang yang tetap memilih pulang satu sama lain, meski sama-sama sedang lelah oleh hidup.