Misalnya para penghafal al-Qur’an, silakan berdoa tawasul dengan hapalan al-Qur’annya mohon kepada Allah dibebaskan dari wabah virus corona ini. Terutama para pengasuh lembaga atau Pondok Tahfzh al-Qur’an silakan mengerahkan para santrinya mengkhatamkan al-Qur’an setiap malam secara online, lalu berdoa kepada Allah bertawasul dengan khataman al-Qur’an mohon dibebaskan dari wabah virus Corona, dilindungi para petugas medis kesehatan di lapangan, dan bangsa Indonesia.
Di beberapa pondok pesantren dan kebiasaan para ulama, ada yang mengkhatamkan Kitab Hadis Sahih Bukhari.
Kami bersama teman-teman yang tergabung dalam Asosiasi Dosen Ilmu Hadis se-Indonesia beberapa waktu lalu juga sudah mengkhatamkan Kitab Hadis Sahih al-Bukhari, ada juga mengkhatamkan Kitab asy-Syamail al-Muhammadiyah karya at-Tirmidzi, dengan niat mohon kepada Allah segera dibebaskan dari wabah virus corona ini.
Termasuk tawasul dengan amalan dan keberkahan malam Nishfu Sya’ban, Lailatul Qadr, agar dipenuhi hajat kita dan dijauhkan dari segala balak bencana, khususnya wabah virus corona ini segera berakhir.
Bagi mereka yang sudah mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid, pondok pesantren, rumah sakit, dan amalan-amalan baik dan istimewa lainnya, semua itu adalah amalan ibadah yang sangat mulia dan pahalanya mengalir terus menerus, boleh bertawasul.
