in

Elang Rajawali Garuda Pancasila “Ada Diwahyukan Tuhan dalam Surat Kerajaan”

Desain Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila desain Sultan Hamid yang didisposisi Presiden Soekarno
Desain Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila desain Sultan Hamid yang didisposisi Presiden Soekarno

Oleh: Nur Iskandar

Banyak yang kita cari tahu, tapi kita tak dapat tahu. Maka untuk itu Tuhan Yang Maha Kasih menuntun kita dengan wahyu.

Kita tahu bahwa mimpi itu ada. Tapi kita tidak tahu bagaimana merencanakan mimpi itu akan terjadi pada saat tidur malam apa dan isi mimpinya macam mana. Itu kuasa Tuhan, bukan kuasa kita, walau kita punya otak dan punya ilmu. Kita jatuh cinta. Kita tak tahu dari mana “Dewi Amor” itu datang dan pergi. Kita punya ilmu, tapi cinta adalah rahasia-Nya. Dialah yang kasih jodoh, rizki, juga maut.

Untuk Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila juga kita mau tahu karena cinta dan impian mewujudkan tatanan negara yang adil dan makmur-sejahtera. Terasa tak cukup ilmu untuk menjawabnya.

Baiklah, kita cari di kitab-suci. Sebagai muslim saya dapat 1. Mau tahu? QS Al Mulk ayat 19 menyebutkan agar kita turut memperhatikan “Elang Rajawali Garuda Pancasila”. Gak percaya? Coba baca…..letter luck artinya sbb:

Baca Juga:  Kembali Ke Rusen Bersama Sabhan Rasyid

“Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu.”

Saya mau katakan, bahwa Elang Rajawali Garuda Pancasila itu juga bagian dari burung yang mengembangkan sayapnya. Di sana Allah SWT menyatakan bahwa yang mengembangkan dan menutupkannya adalah kuasa-Nya. Dan Dia Maha Melihat apa yang kita perbuat. Termasuk prilaku kita kepada alam, kepada diri kita, dan kepada Bangsa dan Negara ini. Tak terkecuali kepada Sang Perancang Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila itu sendiri yang sampai saat ini belum diperhatikan NKRI untuk menjadi Pahlawan Nasional. [Ini tafsir bebas dari jurnalis yang terus membaca antara ayat kauniyah dan ayat qauliyah. Ingatkan saya kalau saya keliru]. *

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

Erma Ranik, peletakan batu pertama gedung DPD Demokrat

Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit

WhatsApp Image 2020 09 13 at 09.34.37

MACHIAVELLI