Kan lucu jika seorang ayah yang dipipisin atau dieekin anaknya, lalu marah dan balas mipisin anaknya juga hahaa. Atau setelah balas mipisin dilanjutkan dengan melaporkan anaknya sendiri ke Polisi dengan delik pencemaran baju baik. Hahaa.
Ayah yang bersikap aneh seperti ini tentu akan dianggap sebagai ayah yang tak normal. Sikap ayah seperti itu juga akan membuat kita yang menyaksikanya menjadi bingung, “kok ayahnya yang jadi kekanak-kanakan? Jadi sebenanrnya mana ayah, mana anak yak? Hahaa.
Sementara jika seorang Gubernur yang melaporkan anaknya sendiri ke Polisi, ya wajar. Karena Gubernur itu kan PENGUASA. Walaupun tetap saja ada keanehannya.
Aneh… karena yang memilih ia menjadi penguasa adalah warganya. Tapi setelah jadi penguasa, kok malah kita yang justru dikuasainya, kok malah kita yang diperintahnya, kok malah kita yang dipaksa-paksa untuk menghormatinya. Haha.
Padahal dalam ajaran demokrasi, katanya rakyatlah yang berkuasa, rakyatlah yang memerintah, rakyatlah yang harus dihormati? Gimana sih? Haha.
Makanya, sampai sekarang saya seringkali bingung dengan praktik demokrasi yang diimpor dari orang-orang barat di negeri ini.
Harusnya rakyat yang giat melaporkan pemimpinnya. Sekarang malah pemimpin yang giat melaporkan rakyatnya.
Demokrasi bikin mumet! Blunder. Ga jelas! Hahaa.
Jadi pengasuh sajalah!
Jogja, 12.11.2020
Beni Sulastiyo
Santripenikmatkupi
