Opini

HASAN KARMAN: “PERLUNYA CALON KETUA UMUM YANG MEMILIKI DUKUNGAN FINANSIAL & POLITIK, AGAR DAPAT MEMBAWA PERUBAHAN PADA MABT.”

HASAN KARMAN: “PERLUNYA CALON KETUA UMUM YANG MEMILIKI DUKUNGAN FINANSIAL & POLITIK, AGAR DAPAT MEMBAWA PERUBAHAN PADA MABT.”

Sekilas sejarah MABT pada awal berdirinya meraih eksistensi karena didukung oleh beberapa tokoh Tionghoa yang saat itu menjadi Anggota DPRD bersama tokoh-tokoh Tionghoa lainnya. MABT pertama kali diketuai oleh Ketua Dewan Presidium Adhie Rumbee. Adhie Rumbee mengundurkan diri dan digantikan oleh Ketua Dewan Presidium Drs. Erick S. Martio S.H., M.M. Kemudian, Drs. Erick S. Martio S.H., M.M. juga mengundurkan diri sehingga diadakan pemilihan dan terpilihlah Ir. Harso Utomo Suwito sebagai Ketua Umum. Ketika itu digelar Perayaan Cap Go Meh Akbar pertama Kalbar di Jl. Diponegoro Pontianak, dan melahirkan Pemilihan Koko (Ge’ge’) – Meimei Kalbar Pertama pada tahun 2010. MABT beberapa kali menggelar bantuan sosial, termasuk bantuan sosial bencana ketika terjadi gempa di Padang tahun 2009. Setelah itu Harso juga mengundurkan diri seperti yang dilakukan ketua umum-ketua umum sebelumnya.

“Melihat pengalaman sebelumnya maka harus dipetik hikmahnya bahwa figur Ketua Umum mendatang harus memiliki integritas dan komitmen yang kuat untuk mengabdikan dirinya demi memajukan MABT. Ia juga harus memiliki dukungan finansial dan politik yang kuat. Tanpa itu saya kuatir sejarah akan terulang lagi”, tutur HK.