Opini

Ketika Iwan Fals Pun Turun Gunung Melawan Korupsi

Ketika Iwan Fals Pun Turun Gunung Melawan Korupsi

Saya tertarik mendengarkan lagu figur idola yang sempat bersua cengkerama di meja kopi-gula Jurnalisme Sastrawi di Kedai 168H–Tempo-Jakarta, 2006. Tarik laman Detik dan buka Youtube. Judul lagunya Plus Almari. Benar-benar korupsi dulu masa Orba di bawah meja, di masa reformasi di atas meja bahkan plus almari. Ngeriiii. Hukuman mati menanti. Nancap di lubuk hati Ibu Pertiwi. Ibu kita yang kini tengah menangis sedih…pedih. Mendidih!

iwan nuris

Pada bait-bait lagu country Iwan Fals terkini, jika disimak dengan hati-hati bakal meneteskan air mata kita semua. Jadi mirip syair qasidahan atawa wejangan taushiah. Dendang nada dan irama lawas diiringi gencreng gitar akustik yang mengalamatkan kematian. Atau setidak-tidaknya mengingatkan kita akan mati di ujung tarikan napas nanti.

Kata Iwan Fals dalam lirik Plus Almari, rasanya pejabat pemerintah tak sulit-sulit amat hidup dan kehidupannya saat ini, walaupun dibelit Pandemi. Kenapa mesti sunat duit bansos untuk rakyat? Alamat kiamat jika negeri ini salah urus dan salah kelola. Failure Country.

Iwan Fals yang sesungguhnya dekat dengan pecinta Rock Presiden RI Ir H Joko Widodo–penggemar Mettalica–juga Slank–menyentil lewat lagu Plus Almari, “Presiden dimana?” Dimanaaaaaa…….?”