Opini

Ketika Iwan Fals Pun Turun Gunung Melawan Korupsi

Ketika Iwan Fals Pun Turun Gunung Melawan Korupsi

Posisi itu adalah posisi kita wahai pembaca seluruh Nusantara bahkan seluruh penjuru dunia dengan korsa Indonesia. Posisi civil society. Pilar kelima demokrasi. Pilar pertama eksekutif. Pilar kedua legislatif. Pilar ketiga yudikatif. Pilar keempat pers. Pilar kelima ini penentu saat ini: gerakan sosial masyarakat. Civil Society.
Penggerak-penggerak masyarakat yang bebas dari kepentingan trias politica mesti bergerak menyelamatkan bangsa. Ya lewat nada dan irama. Ya lewat pantun dan syair, serta gerakan sosial-ekonomi maupun pemberdayaan masyarakat, hingga melafalkan doa-doa sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing. Kita percaya Pancasila dengan Ketuhanan Yang Maha Esa. Jika Tuhan berkehendak jadi–maka jadi–kun faya kun. Ini sudah tersurat dan tersirat dalam serat kesejarahan kita. Sejak masa kerajaan, kehebatan Sriwijaya, Majapahit hingga Indonesia Merdeka.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jika engkau melihat suatu kemungkaran, hendaklah diatasi dengan tangan (power). Jika tidak kuat, hendaklah dengan lisan. Jika tidak kuat pula hendaklah dengan doa.” Doa adalah selemah-lemahnya iman. Silahkan pilih berjuang lewat domain mana? Pejuang sering mengingatkan tiga kata ini: Bersatu-Berdjoeng-Menang! NKRI ini mesti dimenangkan oleh pejuang yang haqqul yakin pejuang–mujahid–bukannya lanun, perompak, perampok atau pecundang. *