in

Kulminasi, Bukan Sekedar Tanpa Bayangan

Tugu Khatulistiwa Kalimantan Barat

Oleh: Mia Islamidewi *

Di penghujungbulanMaret, Kota Pontianak mempunyai agenda rutin yaitu Kulminasi.Agenda yang dilaksanakan di Tugu Khatulistiwa ini diadakan tanggal 20-23 Maret.Selain bulan Maret, kulminasi juga berlangsung bulan September pada tanggal yang sama.

Peringatan kulminasi ini merupakan peristiwa langka, karena tidak setiap hari bisa dinikmati dan juga tidak semua tempat atau daerah dapat menikmati peristiwa kulminasi.

Mengutip dari Wikipedia, Kulminasi adalah fenomena alam ketika matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda di permukaan bumi.
Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan “menghilang” beberapa detik saat diterpa sinar matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain di sekitar tugu.Hilangnya bayangan tersebut terjadi sekitar pertengahan hari, saat matahari sangat terik.

Biarpun panas matahari sangat menyengat tetapi pengunjung terlihat antusias, terlebih menurut data yang terdapat di dalam bangunan Tugu Khatulistiwa ini tampak peningkatan jumlah pengunjung setiaptahunnya.

Pengunjung pun tidak hanya datang dari daerah sekitar tetapi juga luar daerah Kalimantan Barat, bahkan luar negeri seperti Tiongkok, Korea Selatan, Brunei, dan yang terbanyak datang dari negeri jiran, Malaysia.

Untuk menikmati fenomena langka ini, pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk, cukup membayar uang parkir dan bisa masuk ke area Tugu Khatulistiwa dan menikmati banyak hal lain selain melihat bayangan yang hilang tersebut.
Terdapat juga akses menuju Tugu Khatulistiwa dari Taman Alun Kapuas yang berada di seberang sungai,menggunakan kapal yang dapat digunakan selama acara berlangsung.

Telur bisa "berdiri" disekitar Tugu Khatulistiwa
Telur bisa “berdiri” disekitar Tugu Khatulistiwa

Mengarah ke tepian sungai, terdapat area yang menyajikan hiburan musik, sulap, seni dan budaya ,serta pameran fotografi. Dan yang cukup menarik adalah ketik abanyak orang berkumpul disuatu sudut dan mendirikan telur mentah.Banya yang beranggapan bahwa telur akan lebih mudah didirikan saat kulminasi karena konfigurasi Matahari-Bulan-Bumi segaris sehingga gravitasinya lebih seimbang. Ada juga yang bilang, Matahari mencapai titik kulminasi terdekat dengan Bumi sehingga gravitasi Matahari lebih kuat.

Pada faktanya, telur bisa didirikan kapan saja, dengan modal kesabaran yang cukup. Selanjutnya, kekasaran permukaan telur, kekasaran permukaan bidang berdirinya telur juga akan menjadi pengaruh. Namun yang pasti, tidak ada efek dari Bulan dan gravitasi.

Sayangnya, masih banyak penduduk lokal khususnya yang tidak tertarik dengan peringatan titik kulminasi ini, bahkan tidak mengetahui kapan dan apa itu kulminasi.
Oleh karena itu,diharapkan pemerintah khususnya dinas pariwisata melakukan publikasi yang lebih gencar mengenai acara ini karena dapat menambah pengetahuan masyarakat dan menghibur pula. (Penulis adalah mahasiswa prodi komunikasi Fisip Untan dan reporter magang teraju.id)

Written by teraju

Pertemuan Tokoh Dayak dan Melayu Sejukkan Kalbar

Menikmati Pisang Goreng dengan Rasa Kekinian