in

Mengapa “teraju.id” Banyak Memberitakan Sultan Hamid?

WhatsApp Image 2020 07 10 at 22.16.29

Oleh: Nur Iskandar

Ribuan pembaca media online teraju.id dari berbagai wilayah Nusantara bertanya, kenapa media daring ini banyak sekali menulis tentang Sultan Hamid?

Jawabannya begini tuan-tuan dan saudara-saudara. Tahun 1992 saya baru masuk kampus Universitas Tanjungpura. Sejak saat itu saya sudah jatuh cinta pada Lembaga Pers Mahasiswa. 1992 diajar menulis oleh Mba Sri Nur “Yent” Aeni dan Syafaruddin Usman serta senior HA Halim Ramli, di rumah ada abang saya Muh Nur Hasan. Si Abang sudah biasa menulis artikel dan cerpen serta dimuat koran lokal utama Kalbar.

WhatsApp Image 2020 07 17 at 22.56.43
Foto 1 tahun 1993 menyambut Menhut Ir Djamaluddin Suryohadikusumo

1980-1986 masa SD hobi menulis dan 1986-1989 belajar di sanggar Mujahidin dibimbing sastrawan Yudhiswara, Harun Das Putra, Bang Long Mizar Bazarvio dan di Taman Budaya bersama Bg Joseph Oedilo Oendoen. Di saat Mujahidin-lah saya membaca Tabloid Warta Tarbiyah di sana ada kolomnis ciamik tulisannya bernama Yusriadi K Ebhong. Kelak Dr Yusriadi, MA menjadi sahabat sampai sekarang di dunia literasi. Ketika aktif di pers kampus ikut juga “nebeng” ke Sanggar Kiprah FKIP Untan. Di sana ada Kristoporus Popo dan Bg Eusabinus Bunau turut kasih warna pluralitas karya sastra jurnalistik saya.

Baca Juga:  Reformasi '98

Di masa kerja sebagai wartawan saya ikutlah Jurnalisme Sastra angkatan ke-9 setelah Mering, Sapariah dan Mba Sarmini di Yayasan Pantau–kira jurnalisme sastra itu yang mendesah dan mendayu-dayu, rupanya tetap fakta, hanya disajikan dengan gaya bercerita hehehe 🙂 Merekam peristiwa – menuturkan apa adanya. Bagi saya begitu saja sudah indah. Apalagi menemukan data otentik Lambang Negara Burung Garuda Pancasila (1994) dalam serial investigasi jurnalistik Mimbar Untan….sampai sekarang menggema ke belahan bumi Nusantara.

WhatsApp Image 2020 07 17 at 22.56.44
Foto 2 tahun 1994 bersama tim investigasi setelah menemukan bukti otentik bahwa perancang LN adalah Sultan Hamid di depan istana Qadriyah.

Semoga berfaedahlah setiap huruf yang dirangkai menjadi kata…..maka saya kasih tagline teraju.id dengan “kata satukan kita”.

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

WhatsApp Image 2020 07 17 at 08.14.44

23 Juli Seminar Transformasi Digital

WhatsApp Image 2020 07 18 at 05.50.04

Cuma 15 Menit UMKM Dapat Kredit dari Ekosistem Digital