Opini

Mengenang HMI — Mengenang Bang Awang

Mengenang HMI — Mengenang Bang Awang
IMG 20210203 144103 737

HMI lahir sejak dicetuskan oleh mahasiswa asal Sumatera Utara di Yogyakarta–kini Universitas Islam Indonesia–Lafran Pane melalui pembentukan Himpunan Mahasiswa Islam per 5 Februari 1947–bertujuan menggerakkan Indonesia dengan nilai-nilai Islam demi mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan–telah lahir banyak pemimpin penting di NKRI–setara dengan ABRI.

Saya terus menyimak data dan fakta di era 1990-an itu. Decak kagum tentu bergemuruh dalam dada. Tagline “ijo-royo-royo” membahana.
Hitungan para senior tak terperi. Tak cukup dihitung dengan jari dalam jajaran pejabat tinggi. Untuk inilah Try memuji. HMI setara dengan ABRI.

Kader HMI bertaburan di jajaran kabinet kendati tidak muncul dari barak. HMI dibesut oleh sistem kaderisasi. “Sistem kaderisasi HMI ini yang luar biasa. Terus pertahankan,” timpal Try.

Jangan tanyakan lagi HMI di luar kabinet. Sebut misalnya di DPR-RI hingga turunannya di DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten maupun Kota seluruh Indonesia. Rasanya, kemana saja pergi selalu ada HMI.


Saya masuk HMI pada tahun 1992. Persis ketika rambut masih cepak. Tapi HMI bukan barang baru bagi saya. Di rumah sudah banyak stempel HMI yang berbentuk pensil atau pena tersebut. Ia terpajang pada beberapa lembar buku milik ayah yang berlatar belakang guru agama.