Opini

Mengenang HMI — Mengenang Bang Awang

Mengenang HMI — Mengenang Bang Awang

Namun diamkah semuanya? Ternyata tidak Bro. Bahkan makin ribut dibumbui amarah. “Apaaaaaa–kamu baca ta’audz, apa kailian kira kami ini setan?!”
Narasumber saya saat itu tidak lagi tahan emosinya. Palu melayang. Gelas berderai. Meja terbalik. Ia kemudian azan…..


“Itu namanya dinamika kelompok adinda ha ha ha,” ungkap Kepala PUSKUD Drs Awang Sofyan Rozali saya temui di Kantor PUSKUD Jl Bardan Nadi tak jauh dari Bank Kalbar. Ia tersenyum bangga dengan HMI yang pernah dipimpinnya. “Masa kami Batra jauh lebih sadis,” timpalnya. Membedah ayat-ayat quran dan hadits. “Di mana jika filsafat kita tidak kuat, bisa gila,” tambahnya. Di depan kami terhidang nasi bungkus Beringin.

“Juga waktu Batra saat Abang masuk HMI jauh lebih lama. Prasayaratnya jauh lebih berat. Di malam penutupan saat itu, ada jurid malam. Ada bai’at! Kita siap berjihad fii sabilillah lah pokoknya,” katanya.

Awang Sofyan tampil selalu rapi jali. Rambutnya berombak berdiri, tapi dipaksanya sisir rapi dengan minyak yang mengkilap sehingga rebah ke arah kiri. Jadi mirip Harmoko–Menpen yang terkenal era Soeharto.

Bang Awang adalah motivator sejati. Kalau bicara selalu berapi-api. Tak terkecuali di bidang kewirausahaan. Oleh karena itu dia menangkap peluang perkoperasian dalam kelindan keislaman, keindonesiaan dan keilmuan.